Saturday Jul 31
Jun
02/09
Orang Jepang itu Lebih men-Jawa
Last Updated on Tuesday, 2 June 2009 03:00
Written by alief
Tuesday, 2 June 2009 02:52

Bingung baca judul di atas??
Sebenernya aku jug abingung juga sie…, tapi aku gak tau lagi musti kasih judul apaan……
Jadi deh kayak gitu judulnya….

Ceritanya begini, tadi siang aku aku ngikut praktek dari HEXINDO ke HCMI Cibitung, secara gitu loh.., hitachi kan puny aorang Jepang sono, jadi deh di itu pabrik banyak orang jepangnya….

Nah…, pas lagi enak ngliatin orang pada kerja, dengan sangat ujug-ujugnya<ce ileh….> ada seorang jepang yang datang ke arahku. Yah…, namanya juga orang yang bertamu, jadinya pas tu jepang jalan, aku pasang ajah muka sok imut agar tuh jepang gak ngomel karena mengangggap aku mengganggu kerja anak moyangnya.

Bahasa jawaEh…, lagi enak pasang tampang yang paling imut, tuh jepang malah nyamperin dan pegang tanganku. Trus ngomong belepotan campur aduk kayak nasi uduk yang tumpah.
Gak jelas apa yang dia omongin, tapi sedikit-dikit aku ngerti lok dia mencoba ngomong pake bahasa Indonesia, tapi lebih banyak campuran bahasa jepangnya. Ditambah lagi ngomongnya cepet pake banget.

Klop dah, makin mlongo ajah aku.
Akhirnya, dalam keputus asaan aku ngomong ajah, lok aku gak ngerti dengan apa yang dia maksud. Diluar dugaan, si Jepang tersebut ngomong  “HEXINDO, tiyang BTS engkang praktek dateng mriki enten pinten?”
Saat aku jawab dengan “gangsal welas”, itu jepang balik nimpalin “gangsal welas sedanten mlebet?”

Yah…, kayak gitulah kira-kira percakapanku sama orang jepang itu.
Disini terlihat sekali lok orang yang berasal jauh dari negeri sakura sana begitu tertarik dengan bahasa jawa, yang jelas-jelas bukan bahasa nasional Indonesia. Bahklan bisa dibilang dia tidak bisa bahasa Indonesia sama sekali.
Kita sebagai orang Indonesia pada umumnya dan orang jawa pada khususnya, apakah tidak malu pada orang jepang tersebut?

Sudah seharusnya kita mau mempelajari dan mengembangkan budaya kita sendiri.  Tapi yang aku lihat sangat bertolak belakang. Kita sebagai orang ENDONESA lebih suka dan lebih bangga kalau bisa makan berger, lebih suka karate dan wushu dari pada pencak silat. Lebih gemar break dance dari pada jaipong.

Memang, tidak salah kita mempelajari berbagai kesenian luar, tidak salah kita mempelajari seribu logat dan bahasa yang ada di dunia ini. Tapi apakah lucu bila kemudian hari kita harus belajart bahasa jawa pada orang Jepang??
Apakah layak kita belajar ndalang sama orang amerika??
Belajar pencak silat sama orang belanda??

Aku rasa itu sangat tidak lucu dan tidak pantas. Harusnya mereka lah yang belajar pada kita. Kita harus bisa membawa dan menjaga seni budaya kita pada kerasnya arus dunia.
Apapun yang bisa membawa nama kita, Indonesia dan semua kebudayaanya, layak kita dukung, seperti halnya usaha pelokalan wordpress yang pernah aku tuliskan. Entah mau dilokalkan dalam bahasa apa, atau oleh orang dari suku mana, kita wajib dan berhak untuk mendukungnya.

Ingin langganan?Masukan alamat emailmu, dijamin tanpa spam


Join FriendFinder - Find Your Special Someone!

  • Share/Bookmark

20 Comments
  1. Commentsarifudin   |  Tuesday, 02 June 2009 at 04:18

    ya begitulah dampak dari kebudayaan yang masuk kenegara kita yang belum tersaring/filter ;)

    [Reply]

    alief Reply:

    @arifudin, yah…, tugas kita mas, sebagai orang muda untuk mengubah itu semua….

    [Reply]

  2. Commentsciwir   |  Tuesday, 02 June 2009 at 04:33

    waspadai penindasan budaya :evil:

    [Reply]

    alief Reply:

    @ciwir, :twisted: :twisted: :twisted:

    [Reply]

  3. CommentsDum   |  Tuesday, 02 June 2009 at 05:14

    Wah, jadi ingat siaran radio Suriname berbahasa Jawa -karena memang keturunan Jawa. :d

    [Reply]

    alief Reply:

    @Dum, iya mas…., yang jauh di suriname ajah masih mau memakai bahasa ibunya…, kenapa kitra yabg ada di sini malah lebih suka sama yang berbau “bule” :?: :?:

    [Reply]

  4. CommentsFiz   |  Tuesday, 02 June 2009 at 13:33

    Unik juga. Pernah baca di sebuah artikel kalo ternyata Bahasa Jawa menduduki peringkat ke-11 dengan kategori bahasa keseharian yang sering dipake penduduk dunia. Bukannya chauvinisme, tapi yang jelas JAVA is NEVER DIE…!!
    Lak ngoten a derek… :D

    [Reply]

    alief Reply:

    @Fiz, buktikan :!: :!: :!: , jangan hany abengga karena membaca sebuah artikel yang menyatakan bahwa bahasa jawa adalah bahasa yang paling sering dipakai.buktikanlah, lok kita emang bisa dan mampu menjaga budaya tersebut, dan bahkan mengembangkanya. :!: :!: :!:

    [Reply]

  5. Commentsayu   |  Tuesday, 02 June 2009 at 13:42

    Aq tertarik loh blajar bhs jawa kan suami org jawa hehe.. *komenny gag penting yak ;D

    [Reply]

  6. Commentsolip   |  Saturday, 06 June 2009 at 16:45

    cintai bahasa jawa … cintai Indonesia …. :grin:

    [Reply]

    dafhy Reply:

    @olip, saya cinta Endonesia :smile:

    [Reply]

  7. Commentskucing kece   |  Sunday, 07 June 2009 at 07:43

    serius mas , orang jepangnya ngomong bahasa jawa ?
    hahaha . harusnya temen aku , aku suruh kuliah di sastra jawa ajah yak ! daripada sastra jepang !
    owkowkowkowk ..

    [Reply]

    alief Reply:

    @kucing kece, aku dua rius kok…..

    [Reply]

  8. Commentswahyu ¢ wasaka   |  Sunday, 07 June 2009 at 19:32

    Waspadalah

    [Reply]

    alief Reply:

    @wahyu ¢ wasaka, waspada apa kang????

    [Reply]

  9. CommentsaRai   |  Wednesday, 10 June 2009 at 05:33

    orang jepang menjawa berarti orang jawa menjepang … pertukaran budaya … hehe

    [Reply]

    alief Reply:

    @aRai, emh…., begitu ya???

    [Reply]

  10. CommentsTiara Eeb kaltim   |  Tuesday, 05 January 2010 at 04:13

    Q pngn bljr bhs jpg,Q jg pngn kuasai bhs jpg,tlg ajar kan Q,Q bru sdkit kuasai bhs jpg,Q pngn memperdlm.. Nch fbQ
    tiara_rista@yahoo.co.id

    [Reply]

    alief Reply:

    @Tiara Eeb kaltim, sippp, terus belJar pantang menyerah, dan yang penting jangan sampai melupakan kebudayaan ibu.

    [Reply]

  11. Commentsalief   |  Tuesday, 05 January 2010 at 04:43

    sip….,terus belajar itu bagus.tapi maaf,bukanya gak mau mengajari, tapi aku juga gak bisa berbahasa jepang.

    [Reply]


Leave a Reply