Saturday Jul 31
Sep
26/09
Makna Salam, Askum dan Ws, Sebuah Tragedi
Last Updated on Wednesday, 30 June 2010 09:48
Written by alief
Saturday, 26 September 2009 01:50

Teknologi, makin lama makin berkembang dengan pesat. Gak kenal tua, muda besar atau kecil semua sudah biasa memainkan apa itu yang namanya HP alias ponsel atawa telepon genggam. Bila jaman dulu penggunaan ponsel itu hanya sebatas telepon dan sms, sekarang penggunaanya sudah merambah ke transfer data lewat GPRS maupun 3G yang makin lazim.
Perang tarif pun sekarang ini sudah tidak lagi mengenai tarif telepon dan sms, tarif transef data sekarang ini juga sudah meramaikan perang antar operator seluler di Indonesia.

Perkembangan para pengguna ponsel sebagai jalur penelusuran dunia maya, apa lagi dengan keluarnya HP online yang ditawarkan oleh salah satu operator seluler kita, komunikasi data itu makin padat ajah trafiknya.
Facebook, chating, browsing, semua bisa dilakukan lewat ponsel.

Tahun 2006 aku mulai mengenal yang namanya mig33. Waktu itu belum ada banyak kamar ngobrol, juga penghuninya pun masih bisa dibilang kenal antara satu dengan yang lainnya.
Tapi sekarang kamar itu sudah bejibun, bahkan disetiap kamar ada saja yang dagang IDR, yang dulu hanya dikuasai oleh orang bule.

AssalamualaikumSaking banyaknya penghuni, percakapan pun berjalan dengan cepat dan singkat. Bahkan untuk sekedar salam pun hanya ditulis dengan “askum” dan dijawab dengan “ws”. Gak peduli siapa yang masuk, apa agamanya.
Gak hanay ada pada chating saja nasib askum dan ws ini dipakai. Pada pengiriman sms pun sudah jamak ungkapan itu dipakai.

Askum, atau lebih tepatnya “Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarakatu(h)” adalah sebuah kata/kalimat yang diajarkan oleh nabi Muhamad SAW kepada umatnya bila bertemu dengan saudara sesama muslim.

Ada kata askum, dijawab dengan kata ws. Dalam islam sendiri mengajarkan bila seorang muslim mengucap kata salam, maka muslim lain yang mendengarkan wajib menjawab salam tersebut dengan kata “Wa ‘alaikum salam waroh matullahi wabarokatu(h).

Makna salam itu adalah untuk saling mendoakan, mengingat Allah, ungkapan kasih sayang, serta jaminan bahwa mereka akan aman bersamanya, tidak akan mendapat gangguan dan akan mendapat penghormatan.

Pernah aku bertanya, kenapa harus askum??
“Biar cepet dan hemat”.Itu lah jawaban yang aku terima waktu itu.
Sesama muslim yang saling bertemu dan mengucap salam adalah sebuah kebaikan yang akan mendapat pahala di sisi Allah SWT. Bila hanya dengan alasan “biar singkat dan cepat” maukah kita mengorbankan pahala tersebut?
Bila minta harta dalam tiap doa saja kita tidak pernah menggunakan kalimat “Ya Allah, berilah aku kekayaan sedikit saja”, masa untuk menunaikan kewajiban yang bisa dibilang tanpa modal dan usaha saja kita menyingkatnya???
Apa lagi menyingkat menjadi Ass, sungguh terlalu.
Sebuah salam yang baik diubah menjadi kata ass, yang memiliki arti yang………

So, kalo mau kebaikan yang dinerikan Allah secara penuh, mulailah dengan tidak menyingkat salam itu….:smile:

Ingin langganan?Masukan alamat emailmu, dijamin tanpa spam


Join FriendFinder - Find Your Special Someone!

  • Share/Bookmark
Tags:

39 Comments
  1. Commentsedi petruk   |  Saturday, 26 September 2009 at 16:27

    se7…

    [Reply]

    Alief Reply:

    @edi petruk, bukanya ‘se’ itu artinya satu,kok 7 sih?
    :)

    [Reply]

    onyel Reply:

    hayah. mentang2 sing dibahas soal penyingkatan istilah, komen e pak petruk sing pake singkatan yow dibahas maning,
    beuh….
    :shock:

    [Reply]

    Alief Reply:

    @onyel, :)

    [Reply]

  2. Commentsthemes gratis   |  Saturday, 26 September 2009 at 18:16

    Pahala kok disingkat ya…
    Salam kenal mas, ini kunjungan pertama

    [Reply]

    Alief Reply:

    @themes gratis, itulah keanehan manusia.
    Salam kenal juga

    [Reply]

  3. CommentsPakde Cholik   |  Saturday, 26 September 2009 at 18:29

    Sependapat mas,salam kayaknya hanya dianggap angin lalu padahal itu sebuah doa lho.

    Selamat Idul Fitri 1430 H
    Minal aidin wal-faizin
    Mohon maaf lahir dan batin.
    Salam hangat dari Surabaya

    [Reply]

    Alief Reply:

    @Pakde Cholik, entahlah,mungkin juga begitu.

    Met idul fitri juga,mohon maaf lahir batin

    [Reply]

  4. CommentsriFFrizz   |  Saturday, 26 September 2009 at 18:59

    Bener juga tuh, masa do’a disingkat 2, tapi aku juga sering menyingkat salam, kan kalo sms biar cepet *ngeles mode=ON* harus tak benahi ki

    [Reply]

    Alief Reply:

    @riFFrizz, ayo.,mulai dari sekarang

    [Reply]

  5. CommentsDawam Multazam   |  Saturday, 26 September 2009 at 22:26

    wah, kalo menurut aku kok ndak masalah toh mas. bukan apa-apa, do’a kan bukan hanya terletak sighat riil saja, tapi esensi dari askum bahkan ass itu tadi, kan makna yang ditangkap oleh pemberi maupun penerima salam adalah asslamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. jadi, menurutku ya gitu deh.

    selamat malam pun juga berarti do’a. ;)

    [Reply]

    arifudin Reply:

    @Dawam Multazam, sependapat, ya mungkin hanya karena terbuuru dalam sms, sehingga malas untuk menulis lengkap ;)

    [Reply]

  6. CommentsAlief   |  Saturday, 26 September 2009 at 23:02

    @Dawam Multazam, memang doa tidak tergantung pada sighat riil,bhs apapun dng niat yang benar akan menjadi doa.
    Tapi ada doa doa khusus yg memang harus dibaca secara lengkap dan dng bahasa aslinya mendapat ridho Allah.

    Yug bener,selamat malam juga doa,tapi kek nya pelit banget,mendoakan kita untuk selamat pada malam ini saja.
    :)

    [Reply]

  7. Commentsonyel   |  Sunday, 27 September 2009 at 08:40

    assalamu’alaikum
    met idhul fitri yow lif, mohon maaf lahir batin

    kapan mudik, kalo mudik kamu wajib ke tempatku lho, sungkeman karo mbak onyel sing paling imut ikieh…
    :o :grin:

    [Reply]

    Alief Reply:

    @onyel, wa ‘alaikum salam.
    Sugeng riyadin mba,kawula hangaturaken sedoyo kalepatan.Mugi Gusti Allah nglebur dosa kulo panjenengan sedoyo.
    Paling cepet pertengahan desember.

    [Reply]

  8. CommentsBudies   |  Sunday, 27 September 2009 at 10:09

    Selama yg diajak komunikasi bisa memahami dan menerima, tak kira kok gak papa. Mungkin kita aja yg menjawabnya dg lengkap pasti itu bagian dr mengingatkan

    [Reply]

  9. CommentsBudies   |  Sunday, 27 September 2009 at 10:12

    Makasih atas kunjungan di blog saya. Minal aidin wal faidzin

    [Reply]

  10. Commentsalief   |  Sunday, 27 September 2009 at 12:40

    @Budies, orang indonesia memang sangat toleran,dan karna sifatnya itulah banyak kesalahan dibiarkan terjadi,bahkan korupsi pun makin menjadi karena sikap toleran bangsa ini.

    Diantara makna salam itu adalah saling mendoakan,pernyataan untuk mendapat keamanan dan dzikir untuk mengingat Allah.
    Oke lah,udah saling pengertian,shg gak jadi masalah.Tapi apakah salam tsb menjadi doa?Pengingat pd Allah?Menjadi jaminan keamanan?
    Tentu tidak,karena itu hanya didasari rasa saling pengertian antar manusia,dan manusia itu memiliki sifat yg selalu berubah ubah.
    Dalam keadaan mood yg lagi baik,dancuk pun akan dibalas senyum,padahal itu makian dan saat mood buruk,selamat pagi akan mendapat balasan makian.
    tp bl landasanya iman,dlm kondisi apapun,dancuk tdk akan diterima&salam yg baik akan selalu mendapat tempat..
    Yup,mungkin bnr,jawaban salam yg benar dan lengkap bs menjadi pengingat.

    [Reply]

  11. Commentsaddiehf   |  Sunday, 27 September 2009 at 19:07

    ternyata bukan hanya pada kata/kalimat agama saja budaya singkat menyingkat itu yang sepertinya telah menjadi budaya di negeri ini, pada bahasa kita pun (indonesia, red) sungguh menyedihkan sekali, bukan hanya disingkat tapi telah dirubah menjadi yang aneh-aneh (doh)

    [Reply]

  12. CommentsKangBoed   |  Monday, 28 September 2009 at 08:18

    HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRRRRR

    [Reply]

  13. CommentsKangBoed   |  Monday, 28 September 2009 at 08:18

    Menyapa Sahabatku chayank

    [Reply]

  14. CommentsKangBoed   |  Monday, 28 September 2009 at 08:19

    Mudah mudahan di maafkan semua kesalahan

    [Reply]

    alief Reply:

    @KangBoed, amien

    [Reply]

  15. Commentsmel   |  Monday, 28 September 2009 at 08:49

    saya paling ga suka kalau ada yg sms dg kata “ass”,,,,
    saya sampai memarahi beberapa teman saya krn masalah itu.karena dlm bahasa inggris ass itu artinya (maaf) “jalan belakang”.
    tapi itu sudah kebiasaan mereka mungkin yah,,,,
    saya juga sedih,,,,,,
    buat temen2 yg msh suka menyingkat assalamu’alaikum,,,tolong jangan disingkat dg ass tapi paling ga dg aslm atau aslmkm atau apa,,yang penting bukan ASS…..

    [Reply]

  16. Commentsonline   |  Monday, 28 September 2009 at 08:50

    mungkin mereka ga ngerti inggris kali,,,,
    makanya ajarin tuh…

    [Reply]

  17. Commentsalief   |  Monday, 28 September 2009 at 10:56

    @online, wah,lok ngajari bhs inggris au gak sanggup.Lha wong au gak lu2s toefl

    [Reply]

  18. CommentsZippy   |  Tuesday, 29 September 2009 at 00:48

    Ia yah, sekarang banyak yang menyingkat kata salam tersebut…
    Hmmm, bisa jadi pelajaran penting ni…

    [Reply]

  19. Commentsdhodie   |  Wednesday, 30 September 2009 at 11:12

    Kalau saia tidak pernah menggunakan singkatan itu. Apapun alasannya.

    Dan kita pun coba mencotohkan jawaban yang lengkap bro, terlepas dia salah atau tidak.

    Saia setuju kalau salam yang berarti doa hanya disingkat atas nama efisiensi :-D :evil:

    [Reply]

  20. CommentsEdi Psw   |  Friday, 02 October 2009 at 11:47

    Kalo cuman “Ass” emang agak jorok.
    Hehehe…

    [Reply]

  21. Commentssawali tuhusetya   |  Friday, 02 October 2009 at 23:58

    wah, ucapan salam yang mengandung doa selamat kalau disingkat maknanya pasti sdh jauh berbeda, mas alief. sesibuk apa pun idealnya kita bisa mengucapkan atau menjawab salam dg lengkap agar makna doanya tak berubah.

    [Reply]

  22. CommentsAlief   |  Saturday, 03 October 2009 at 07:17

    @arifudin, kalo salam yg baik dan bener ajah males,gmn dng shalat?Yg memakan lebih banyak waktu dan tenaga?

    [Reply]

  23. CommentsAlief   |  Saturday, 03 October 2009 at 07:21

    @addiehf, sungguh degradasi moral yg parah

    [Reply]

  24. CommentsAlief   |  Saturday, 03 October 2009 at 07:25

    @sawali tuhusetya, betul tuh pak

    [Reply]

  25. CommentsAlfath   |  Monday, 19 October 2009 at 18:25

    Ah.. Orang Idonesia emang enggak tahu apa yg mestinya dikerjakan. Enggak ada topik lain apa? Topik yg gak mutu malah dibahas. Biasakanlah jgn membahas mslh2 yg tdk penting, mslh2 furu’, mslh yg tdk logis, mslh2 tdk pokok dsb. Krn umur kt akan habis untk ngurusin hal2 yg tdk utama. Utamakan yg utama! Biar negara kt maju, pemahaman agama kt maju, shngg kita semua sejahtera dunia akherat. Maaf agak menggurui mas! Slm knal!

    [Reply]

    alief Reply:

    @Alfath, mungkin kamu nganggep salam itu gak penting……, tapi hanaya karena salam yamh salah, juga bisa terjadi perang lho…., jadi saya anggap salam adalah masalah yang cukup perlu untuk diangkat dan diluruskan….

    [Reply]

    Khalid Abdullah Reply:

    @Alfath, salam adalah sepele,,,tapi kalau sepele aja gak becus…bukankah pantes kalo negara kita kacau balau

    [Reply]

  26. CommentsSeberapa Pentingkah Salam?? | Alief's Blog   |  Thursday, 22 October 2009 at 18:43

    [...] saat aku menulis tentang kesalahan penulisan salam, ada yang berkomentar seperti ini. Ah.. Orang Idonesia emang enggak tahu apa yg mestinya [...]

  27. CommentsKhalid Abdullah   |  Sunday, 03 January 2010 at 16:32

    Saya suka sekali artikel ini !!!! Sumpah ! Nendang banget ! buat saya terutama !

    makasih banyak mas sudah mengingatkan…

    Assalamualaikum mas ! ^_^

    [Reply]

    alief Reply:

    @Khalid Abdullah, waalaikum salam…., wah ketendang ya mas???

    sakit gak? :mrgreen:

    [Reply]


Leave a Reply