Saturday Jul 31
Apr
16/09
Kerudung Bukan di Kemaluanku
Last Updated on Thursday, 16 April 2009 08:03
Written by alief
Thursday, 16 April 2009 07:59

Kerudung, atau jilbabsebuah identitas yang menunjukan bahwa pemakainya adalah seorang muslimah. Dimana setiap muslimah diwajibkan untuk menutup seluruh anggota tubuhnya, kecuali muka dan telapak tangan.
Dengan memakai jilbab, seorang muslimah diharapkan bisa menjaga kelakuan serta harga dirinya sebagai seorang muslim. Selain itu, penggunaan pakaian yang menutup aurat, adalah sebagai penanda agar dirinya dihormati dan tidak mendapat gangguan.

Tapi apa yang terjadi sekarang?

Dulu, waktu aku masih sekolah kelas 3 SD, pernah membaca sebuah resensi buku yang kalau gak salah berjudul “Kerudung BUkan di Kemaluanku“.
Resensi  itu bercerita tentang seorang PSK, alias WTS atau yang lebih dikenal dengan sebutan perek atau pelacur yang binal.

Di satu sisi, dia adalah seorang wanita yang sangat baik, seorang muslimah yang selalu menjaga segala tindak tanduk dan tata busananya. Tapi di sisi lain, dia adalah seorang pelacur yang binal dan bagaikan tanpa pernah mengenal adat dan budaya.

Saat memakai jilbab, dia selalu sopan dalam bertindak dan berucap. Jangankan untuk berzina, mendekatinya pun dia enggan.
Tapi saat jilbab sudah terlepas dari kepala, segala kebinalan tidak akan pernah lepas dari segala tindak tanduknya.

“Kalau aku melacur, itu tidak ada hubungannya dengan jilbab yang aku pakai.Jilbab itu menutupi kepala, bukan kemaluanku”
Begitulah tanggapan yang diberikannya saat ditanya mengenai perilakunya yang saling bertolak belakang.

Kini, setelah bertahun-tahun berlalu dan aku berada diperantauan ibu kota ini, sangat terasa sekali isi novel tersebut. Banyak orang orang yang berpenampilan dan berperilaku baik di satu sisi, dan di sisi lain barang yang seharusnya  terjaga dan hanya bisa dinikmati oleh sang suami bebas dipakai oleh sembarang orang.

Pada sekolah-sekolah, para siswi memakai rok panjang, tapi menurut survei, lebih dari 90% dari mereka sudah kehilangan perawananya. Lok melihat hal ini, terasa sangat berbeda dengan mereka yang tinggal di daerah nanggung. Dalam artian pinggiran kota. Para siswi memakai rok sejengkal diatas lutut, tapi saat barang yang berada dibalik rok itu sedikit terusik akan sangat marah dan tidak rela.

Yang jadi pertanyaan adalah, apakah marahnya itu dalam ranggka mempertahankan kehormatan atau merasa belum siap dalam mengadopsi semua kebobrokan yang ada pada kota-kota besar???
Entahlah….., aku tak tahu dan aku gak mau tahu.

Yang jelas aku merasa isi novel itu makin mendekati kenyataan, setidaknya hal itu sudah terjadi di ibu kota negeri ini, dan akan mulai merambah ke daerah sekitar kota……

Buat mas mus mimin, mohon maaf, tutorialnya belum bisa aku publish, soalnya aku masih mengolah gambar pendukungnya……:mrgreen:

Ingin langganan?Masukan alamat emailmu, dijamin tanpa spam


Join FriendFinder - Find Your Special Someone!

  • Share/Bookmark

48 Comments
  1. CommentsHeLL-dA   |  Thursday, 16 April 2009 at 22:04

    Kalo dulu di sekolah saya, banyak yg pake Jilbab, tapi bajunya lengan pendek, atau rok panjangnya di pinggul. Lalu, rambutnya kelihatan.
    Hufh…
    Cape’ deh..
    :(

    [Reply]

    alief Reply:

    @HeLL-dA, :sad:

    [Reply]

  2. Commentsfaisal   |  Friday, 17 April 2009 at 00:14

    ingatin yang kuat, resensi yang di baca waktu kelas sd masih sampeyan ingat. Tapi subhanallah bagus buanget artikelnya. Emang dunia udah mulai kacau entah sapa yang harus bertanggung jawab. Tapi yang pasti kita juga termasuk yang harus bertanggung jawab.

    [Reply]

    alief Reply:

    @faisal, sebisa mungkin kita jangan sampai telibat dalam hal semacam itu, trus orang terdekat dari kita diingatkan…., ndak nggeh mekaten tanggugn jawab kita?

    [Reply]

  3. Commentsdenologis   |  Friday, 17 April 2009 at 02:55

    sayangnya, sampai hari ini saya masih jejaka…. :twisted:

    [Reply]

    alief Reply:

    @denologis, bagussssss :!: :!:

    [Reply]

  4. Commentsdafhy   |  Friday, 17 April 2009 at 08:06

    jilbab sekarang kebanyakan hanya sebagai kedok belaka om
    tapi entahlah :sad:

    [Reply]

    alief Reply:

    @dafhy, semoga saja mereka yang memakai jilbab sekedar untuk kedok segera tersadar….

    [Reply]

  5. Commentsolip   |  Friday, 17 April 2009 at 10:17

    Jaman Sekarang Kebanyakan orang pake jilbab atau kerudung hanya sebagai fashion ajah …… he he he

    aku akan selalu berusaha menjaga kehormatan ku hingga sampai pada waktunya ….. :-x amin …..

    [Reply]

    alief Reply:

    @olip, amin….

    [Reply]

  6. Commentsgaluharya   |  Friday, 17 April 2009 at 12:05

    ironis emang mas..tapi itulah kenyataannya

    keperawanan sekarang ini bukan lagi hal saru/tabu mas.
    banyak faktor yang memicu hal tersebut.

    jadi jangan heran klo di lokalisasi dolly surabaya ada pelacurnya yg masih usia 16 tahun mas..

    duhhh

    *ngelus dada*

    [Reply]

    alief Reply:

    @galuharya, moga mereka cepet sadar ajah ya….

    ngelus dadane sopo mas???

    dadane dewe, opo dadane pelacur sing umure 16 taon???

    [Reply]

  7. Commentssawali tuhusetya   |  Friday, 17 April 2009 at 16:02

    duh, makin repot aja, mas alief, kalau busana telah berubah fungsi sebagai sebagai kedok utk menutupi perilaku yang kurang terpuji.

    [Reply]

    alief Reply:

    @sawali tuhusetya, itulah pak…., sebuah realita yang makin berkembang di masarakat… :sad:

    [Reply]

  8. Commentsjasmine   |  Friday, 17 April 2009 at 21:37

    Memang banyak

    Pake jilbab poni rambut sengaja di keluarin
    Pake kerudungan tapi leher keliatan

    Aneh aneh

    [Reply]

    alief Reply:

    @jasmine, semoga sampean juga ndak ngikut jadi aneh aneh….. :grin:

    [Reply]

  9. Commentsarifudin   |  Saturday, 18 April 2009 at 00:06

    ck…ck….ck…. dunia bakalan gempar…. :(

    [Reply]

    alief Reply:

    @arifudin, digemparno sampean tha???

    [Reply]

  10. Commentsmi   |  Saturday, 18 April 2009 at 15:13

    Dewasa ini makin banyak orang munafiq yang berusaha menutupi kemunafikannya. Oleh sebab itu benar sabda Nabi Muhammad bahwa manusia dinilai dari ketaqwaannya di sisi Tuhannya. Pakaian bukan jaminan, rajin ibadah belum tentu menjamin. Ibadah dan kelakuan haruslah sinkron.

    [Reply]

    alief Reply:

    @mi, betul… :!: :!:

    [Reply]

  11. Commentsarvernester   |  Saturday, 18 April 2009 at 17:11

    kerudung itu dipake dalam hati, bukan dikepala.
    kalo hatinya sudah dapet ‘kerudung’ mau godaan gimana juga bisa diatasi.

    beda kalo cuman kerudung kepala! :D

    [Reply]

    alief Reply:

    @arvernester, yang bener tu kerudung emang dikepala, tapi harusnya bisa diimplementasikan dalam hati juga…. :wink:

    [Reply]

  12. Commentstukang sapu radio   |  Sunday, 19 April 2009 at 09:38

    Masalahnya sebenernya dimana sih? di jilbabnya, kemaluannya, rasa malunya, ato pemilik dari jilbab – kemaluan dan rasa malu?

    Jika masalahnya berawal dari rasa malu (yang notabene adalah sebuah budaya) saya no comment. Karna budaya itu beda dengan agama. Kalo masalahnya adalah pemilik jilbab yang emang menggunakan jilbab sebagai ladang pencari nafkah… sah2 saja selama pelakunya mau dan berani mempertanggung jawabkan secara horizontal dan vertikal.

    Terakir…….. kalo masalahnya berawal dari kemaluan yang gatel…… he… he.. he… beragamalah kawan.. disana ada aturan mainnya.

    [Reply]

    alief Reply:

    @tukang sapu radio, gak ngertilah pak, akar permasalahannya dari mana, yang jelas sepengetahuan aku, siapaoun yang memakai jilbab seharusnya bisa membawa dirinya menjadi lebih baik, bukan hanay untuk menutupi satu sisi lain dirinya…

    [Reply]

  13. Commentstheodora   |  Sunday, 19 April 2009 at 16:34

    ha…ha…itu lah masalah yang aneh….aku fikir tmn2ku yg dh kul dan pake jilbab tuh ayu,alim,ke ibuan,eh pas bicara,diluar kampus pakai baju aneh,tak pakai jilbab,,bicara kasar

    [Reply]

    alief Reply:

    @theodora, itulah manusia…., selalu bermuka dua….., yang jadi masalah apakah ke dua mukanya itu sama sama baik atau hanya baik di satu sisi saja…

    [Reply]

  14. Commentsangel   |  Sunday, 19 April 2009 at 16:39

    ha..ha…kalau itu dah rahasia umum,susah sekali merubah kebiasaan wanita seperti itu,tapi jangan samakan semuanya :lol:

    [Reply]

    alief Reply:

    @angel, iya…, masi ada kok yang baik… :grin:

    [Reply]

  15. Commentsmuhamaze   |  Sunday, 19 April 2009 at 17:13

    weeh emang ngeri pergaulan anak sekarang ya… hiiii

    [Reply]

    alief Reply:

    @muhamaze, itu tugas kita semua untuk mbeneri kelakuan yang udah salah kaprah tersebut…. :!: :!:

    [Reply]

  16. CommentsReza Fauzi   |  Monday, 20 April 2009 at 11:45

    cara surveynya gimana ya, kok tau ada 90% :D

    [Reply]

    alief Reply:

    @Reza Fauzi, wah…., itu udah bukan urusan saya…. :wink:

    [Reply]

  17. Commentsdinda ong   |  Tuesday, 21 April 2009 at 13:00

    kebetulan pas SMA doeloe DINDA juga pake jilbab kog tapi kalo sekolah ajah diluar udah gag. menurutku kalo mutusin mow pake jilbab itu harus siap lahir batin gag cuman pake ajah tapi gag tahu memaknainya dan menjaganya :razz:

    [Reply]

    alief Reply:

    @dinda ong, yup…, jika gak siap lahir batin mending jangan pake jilbab, malah akan merusak nama islam saja bila memakai jilbab tapi kelakuan bejat…, ndak nggih mekaten:?: :?:

    [Reply]

  18. Commentsphery   |  Friday, 24 April 2009 at 17:44

    aku gak pake jilbab tapi juga gak binal kok

    [Reply]

    alief Reply:

    @phery, lok sampean pake jilbab baru aneh namanya mas…. :grin:

    [Reply]

  19. Commentsochi   |  Monday, 27 April 2009 at 13:44

    ah semoga jilbab ini bisa melindungi saya setiap saat.

    [Reply]

    alief Reply:

    @ochi, semoga ya mbak….

    [Reply]

  20. CommentsRiannarey   |  Thursday, 30 April 2009 at 20:07

    kalau memang niat untuk ibadah ya harus dilakukan dengan sepenuh hati :) gitu nggak ya??

    [Reply]

    alief Reply:

    @Riannarey, betulllll

    [Reply]

  21. Commentsgedel   |  Thursday, 30 April 2009 at 20:44

    :evil:
    kill that whore!!

    [Reply]

  22. Commentsdawiecool   |  Friday, 01 May 2009 at 00:54

    semakin banyak saja orang munafik…
    pura2 baik, tapi jahat.. tapi semua orang juga gitu kok..
    saya juga..
    kasarnya, kalo pdkt, pasti nunjukin yang baik semua.. yang jahat nya bsok2 baru dikeluarin.. ya kan?? hehe

    [Reply]

    alief Reply:

    @dawiecool, ya gak semuanya lah…., pasti masi ada yang bener bener baik….

    [Reply]

  23. Commentszee   |  Wednesday, 06 May 2009 at 20:39

    Memang cover bisa menipu, lebih baik jadi apa adanya saja. Yg penting selalu berperilaku dan berkata-kata yang tidak merugikan orang lain, itu sudah bisa menunjukkan seperti apa karakter orang itu.

    [Reply]

    alief Reply:

    @zee, memang…, banyak cover yang menipu……. :sad:

    [Reply]

  24. Commentsism   |  Wednesday, 13 May 2009 at 12:31

    betul jilbab adalah kewajiban bagi muslimah
    :mrgreen:

    [Reply]

    alief Reply:

    @ism, yah…, tapi pada kenyataannya masih banyak yang melupakan kewajiban itu…

    [Reply]

  25. CommentsHubungi Aku Kalau Ingin Menang = HAKIM | Alief's Blog   |  Wednesday, 30 June 2010 at 23:24

    [...] Indonesia ini begitu bobrok, sehingga muncul plesetan yang kurang enak didenger tersebut? Atau ada degradasi moral warga negara sehingga muncul ungkapan seperti itu? Aku gak tau pasti, karena aku tidak pernah [...]


Leave a Reply