Saturday Jul 31
Jan
29/09
Keharaman Rokok dan Pro Kontranya
Last Updated on Wednesday, 30 June 2010 10:09
Written by alief
Thursday, 29 January 2009 07:27

Akhir-akhir ini kembali ramai tentang fatwa haram merokok oleh MUI. entah bener atau salah berita yang aku denger, keharaman itu “hanya” berlaku untuk wanita hamil dan anak-anak. Padahal kalau dilihat dari efek yang ditimbulkan, bahaya merokok tidak hanya mengancam anak-anak dan ibu hamil.

Kalau pada tukisanku yang lalu mengenai “MUI, Rokok dan Prokontra” yang juga aku tulis di hidupbelajar.co.cc lebih kepada keanehan alasan beberapa ulama kediri dalam menyikapi fatwa haram tersebut, pada berita kali ini yang juga aku peroleh dari sebuah stasiun TV swasta nasional, salah seorang anggota DPR bilang bahwa fatwa haram merokok yang dilontarkan MUI itu terlalu berani.
Hal ini didasarkan adanya anggapan yang beredar di masyarakat saat ini merokok adalah makruh, sehingga sangat aneh bila berubah menjadi haram.
Dia juga menerangkan apa itu definisi dari makruh.

Kalau anggota DPR itu bukan seorang ahli tata bahasa, apa yang dikatakanya itu masih wajar saja. Tapi bila suatu urusan sudah ditangani oleh orang yang bukan ahlinya, maka tunggu saja kehancuranya.

Kalau menurut Bu Inti Handarbeni, seorang guru bahasa Indonesiaku, kata “dianggap, menganggap, anggapan” dan yang seinduk dengannya memilikii arti tidak menunjukan keadaan yang sebenernya.

Kata dianggap dan kroni-kroninya itu biasa dilontarkan oleh pihak ketiga yang berada diluar ruang lingkup kejadian tersebut.
Hal ini sama saja dengan jaman baheula dulu yang menganggap untuk liburan kebulan adalah suatu yang mustahil. Tapi kenyataannya hal tersebut sekarang adalah suatu kemewahan yang bisa dinikmati, dan tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti bukan lagi suatu kemewahan.

Dalam Islam sendiri sudah ada parameter yang jelas mengenai hukum halal, sunah, mubah, makruh dan haram ini. Segala sesuatu yang menimbulkan kerugian bika dikerjakan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, maka hukumnya haram. Kecuali ada keterangan sendiri dalam Al Quran dan Hadist, atau berada dalam kondisi gawat darurat.
Sementara parameter makruh itu sendiri adalah suatu hal bila dikerjakan maupun tidak tidak membawa pengaruh, sehingga disarankan untuk tidak dikerjakan. Itulah sebabnya mengapa hal yang makruh bila dikerjakan tidak berdosa dan bila ditinggalkan berpahala.

Dilihat dari parameter tersebut, sudah jelas kalau rokok adalah barang haram. Bukan masalah kegiatan merokoknya yang dilarang, atau sekedar pada ibu hamil dan anak-anak saja larangan itu berlaku.
Berbeda dengan hukum membunuh menggunakan pisau, bukan pisaunya yang salah, melainkan perbuatan membunuhnya yang terlarang. Tapi, pada kegiatan merokok, yang dilarang adalah rokok otu sendiri sebagai sebuah benda, bukan masalah nyedotnya, karena minum susu juga nyedot…..

No smoking, keep our earth clean and green

Ingin langganan?Masukan alamat emailmu, dijamin tanpa spam


Join FriendFinder - Find Your Special Someone!

  • Share/Bookmark
Tags:

42 Comments
  1. Commentsarifudin   |  Thursday, 29 January 2009 at 22:51

    iya makruh, tapi saya terlanjur merokok :mrgreen:

    [Reply]

  2. Commentsphery   |  Thursday, 29 January 2009 at 22:54

    kenapa rokoknya yg diharamkan mas? Bukan tindakan merokoknya? Apakah ada yang menerangkan mengenai hal tersebut secara detail?

    [Reply]

    alief Reply:

    karena dalam rokok itu terkandung zat yang berbahaya.jadi rokok yang haram, karena rokok barang haram, pernuatan merokok juga hadi haram.
    kalau yang secara khusus membahas bahwa rokok adalah haram, itu tidak ada, karena jaman islam diturunkan, rokok belum ada di arab.tapi ada parameter haram yang ternyatra dipenuhi oleh rokok tersebut.

    [Reply]

  3. Commentszeze   |  Friday, 30 January 2009 at 00:08

    masa sih ngeroko haram??… ‘sambil pegang korek api’

    [Reply]

  4. Commentsunting   |  Friday, 30 January 2009 at 07:28

    “me-rokok HARAM” atau “ROKOK HARAM”
    untung saya bukan seorang perokok

    [Reply]

  5. Commentslivia   |  Friday, 30 January 2009 at 22:40

    merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin:D

    [Reply]

    alief Reply:

    wuih…., sing paling gak enak kayaknya impotensi nie… :)

    [Reply]

  6. Commentsazaxs   |  Saturday, 31 January 2009 at 03:34

    Aku ga ambil pusing pak.. lawong ga ngrokok.. :mrgreen:

    [Reply]

    alief Reply:

    @azaxs, akur kang…, aku juga udah gak ngrokokk

    [Reply]

  7. Commentsiwan   |  Saturday, 31 January 2009 at 05:06

    aq jadi bingung……………………………………..

    [Reply]

    alief Reply:

    @iwan, binun kenape????

    [Reply]

  8. Commentsgenthokelir   |  Saturday, 31 January 2009 at 17:37

    hahaha sampean m,esti ora perokok jiakakakaka kalo udah kepalang merokok piye mas hahaha
    merokok da[pat merugikan kesehatan ,ganguan jantung kanker impotensi dan gangguan kehamilan ( hahahah )
    tapi pernah juga baca slogan ” mari membangun dengan membeli rokok bercukai ” hahaha piye jal hahah
    salam sukses selalu sukseskan pembangunan

    [Reply]

    alief Reply:

    @genthokelir, aku dulu juga sempet jadi perokok pak…., tapi bisa berhenti…

    sebenernya wine juga pake bayar pajek lo…… :0

    [Reply]

    genthokelir Reply:

    @alief, gimana mas ada trik untuk berhenti merokok atau ada cara cara tertentu hingga sampean lolos dari rokok mas mbok di posting mas ben aku mungkin iso tiru tiru atau berbagi pengalaman untuk yang lain mana tahu bermanfaat sekali mas thanks

    [Reply]

    alief Reply:

    @genthokelir, wah…, gak ada trik kusus pak…, dulu sempat senen kemis npasnya saat kerja agak berat, trus berhenti dah…..

    [Reply]

  9. CommentsAndy MSE   |  Sunday, 01 February 2009 at 04:20

    aku perokok tapi toleran pada orang yang tidak merokok.. mbuh haram mbuh halal, wes kadhung dari perokok ki, piye jal kang???

    [Reply]

    alief Reply:

    @Andy MSE, seperti kat alivia pak….
    merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin :D

    [Reply]

  10. Commentssawali tuhusetya   |  Sunday, 01 February 2009 at 08:22

    mestinya MUI lebih arif dalam mengeluarkan fatwa. perlu diselaraskan dg konteks sosial di negeri ini. hal ini bisa menimbulkan dampak sosial serius karena akan terjadi gelombang phk besar2an. lha wong jelas hukumnya makruh kok ndadak dilabeli haram. piye jal.

    [Reply]

    alief Reply:

    @sawali tuhusetya, mungkin anggapan yang seperti ini yang perlu diluruskan, kalau memang salah….

    [Reply]

  11. Commentsintermezo   |  Sunday, 01 February 2009 at 17:59

    untung aku gak merokok nih jadi gak kena pro ma kontra…

    [Reply]

    alief Reply:

    @intermezo, OK cuy…., jangan sampai terserang firus nikotin…..

    [Reply]

  12. CommentsAni   |  Tuesday, 03 February 2009 at 04:43

    Silakan saja deh orang mo ngrokok, asal nggak di dekatku deh yaaa… tapi kalau bisa keluargaku jangan ngrokok deh

    [Reply]

  13. Commentsolip   |  Tuesday, 03 February 2009 at 19:55

    kalo haram berarti dosa dunk….

    tyuz gimana dengan mereka yang perokok berat…

    kalo 1 hari abis 1 bungkus rokok…. wuih…SADIS…..

    [Reply]

    alief Reply:

    @olip, ya gitu deh….

    [Reply]

  14. CommentsFaNZ   |  Wednesday, 04 February 2009 at 20:49

    untung saya bukan perokok
    jadi fine² aja :D

    [Reply]

    alief Reply:

    @FaNZ, OK coy….., jangan sampai dewi nikotin dan tar menarikmu menjadi pemujanya….

    [Reply]

  15. Commentsrian   |  Thursday, 05 February 2009 at 06:47

    padahal kalo dipikir-pikir anak kecil kan belom ada dosanya. kalo pun ada anak kecil yang merokok kan tetap ga kebagian dosa yach.. :?:

    [Reply]

    alief Reply:

    @rian, emang beneranak kecil yang belom balig gak kebagian dosa….

    itu karen adia masih berada di bawah pengawasan dan bimbingan orang tuanya, sehingga bila dia melakukan dosa, itu berarti orang tua gagal menjalankan fungsinya, sehingga merekalah yang berdosa….

    [Reply]

  16. Commentsaliefte   |  Thursday, 05 February 2009 at 17:54

    waduh2.. merokok haram ya?

    Salam kenal.. :)

    [Reply]

  17. CommentsMasenchipz   |  Friday, 06 February 2009 at 02:12

    gw bebas asap rokok… horeee…
    he..he…

    [Reply]

    alief Reply:

    @Masenchipz, bebaskan negeri ini dari asap tembakau….*ngarep mode on*

    [Reply]

  18. Commentseasy   |  Friday, 06 February 2009 at 12:53

    kasian nanti yang ga nyoblos (golput) sambil ngerokok. dosanya double hahahaha…

    [Reply]

    alief Reply:

    @easy, kalo menurut aku sie, golput bukan suatu keharaman, karena kita tidak tahu benar siapa wakil kita itu, mereka hanya “turun gunung” ketika menjelang pemilu.

    Loh kok malah ngomongin pemilu :?:
    ganti topin nie????

    [Reply]

  19. Commentsifoel   |  Saturday, 07 February 2009 at 22:23

    Aku nih perokok berat, bisa mpe 2 bungkus Marloboro merah sehari.. rencananya juga pengen ngilangin cos efeknya aku dah paham.. niat udah ada.. but lingkungan aku orgnya perokok semua, baik tu di lingkungan rumah or lngkungan kerja.. Minta Solusinya dong…

    [Reply]

  20. Commentsboy   |  Monday, 09 February 2009 at 07:42

    Very interesting article, i have bookmarked your blog for future referrence.

    [Reply]

  21. Commentsguswal   |  Monday, 09 February 2009 at 22:04

    Namanya saja masih Indonesia kok Om…..wajar dong kalau selalu ada pro dan kontra. yang penting pro dan kontra itu tidak kemudian memecah belah bangsa. Amin :roll:

    [Reply]

    alief Reply:

    @guswal, OK cuy, aku setju sama kamu….

    [Reply]

  22. Commentssuryaden   |  Tuesday, 10 February 2009 at 11:11

    bagaimanapun juga tuhan menciptakan tembakau pasti ada manfaatnya, dan tidak ada sakit yang tidak ada obatnya…

    [Reply]

    alief Reply:

    @suryaden, memang. tapi manfaat itu bukan untuk diisep.
    Kandungan racun yang ada dalam tembakau itu bisas dipakai untuk melepas lintas dengan lebih mudah dari pada kalau ditarik langsung. :grin:

    [Reply]

  23. Commentssuwung   |  Tuesday, 17 February 2009 at 01:38

    kemaren mbahas ini
    apa mudarat merokok
    apa manfaat
    silahkan nilai sendiri
    tapi tetep ajah diriku ngrokok

    (weh angota reog juga ya? wah sayang ngak ketemuan waktu itu)

    [Reply]

    alief Reply:

    @suwung, kemarin aku lagi da gawe pak….. :lol:

    [Reply]

  24. Commentsmiri   |  Wednesday, 30 December 2009 at 00:30

    Ramai perokok masih belum sedar tentang bahaya rokok Mereka terus merokok sampai satu hari sedar bahawa mereka ada kanser kesan dari merokok bertahun-tahun. Jom ajak mereka berhenti merokok.

    [Reply]


Leave a Reply