Saturday Jul 31
Sep
13/09
Hutanku Sayang, Hutanku Malang
Last Updated on Thursday, 1 July 2010 05:38
Written by alief
Sunday, 13 September 2009 11:11

Satu hal yang membuatku suka untuk magang di HEXINDO, walau hanya dengan uang saku sebesar 500rebu perbulan, selain ada harapan untuk menjadi kartap setelah lulus nanti adalah tiap melakukan tugas selalu ke tempat yang jauh-jauh, melewati hutan dan sungai-sungai dan bahkan tidak jarang harus menyeberang pulau.
Banyak pemandangan indah yang didapat selama perjalanan, sehingga beban pekerjaan bisa terlupakan, tergantikan oleh indahnya alam, segarnya udara hutan.

Tapi keindahan itu seakan sirna, ketika kemarin aku harus kerja ke perkebunan kelapa sawit. Sepanjang perjalanan tersebut aku menemui hutan-hutan yang rusak, oleh penebangan liar, oleh pembakaran.
Menurut seorang asmen yang mengantarku menuju lokasi kerja, pembakaran tersebut dilakukan oleh warga kampung, tapi anehnya setelah terjadi pembakaran hampir selalu berubah menjadi lahan sawit.
Entahlah, siapa yang musti dipersalahkan, aku gak tahu……….

pembakaran hutan

Dampaknya??
Tentu saja sangat ndak enak. Susah untuk nyari air bersih.Apa lagi puasa ini lagi musim kemarau panasnya minta ampun, bagai membakar ubun-ubun.
Sedang kalau lagi musim hujan, kalau temen-temen ndak punya mobil 4WD dengan ban offroad, jangan harap bisa jalan jalan dengan enak dah, soalnya pasti akan terbenam dalam lumpur.

Cukup sampai disitu??
Tentu saja tidak. Di Kalimantan Timur ini, sungai adalah tempat hidup warga, bukan sekedar tempat nyari penghidupan. Segala aktifitas, mandi, nyuci,bahkan masak juga memanfaatkan air yang diambil dari sungai. Sungai juga merupakan jalur transportasi yang penting.
Tapi sayang, sungai-sungai sudah penuh dengan limbah, Airnya amat sangat keruh sekali, saat sungai surut lumpur terlihat menghitam, hitam oleh ceceran batu bara dan oli.

———————————————————

Dongeng Masa Lalu

Bapakku pernah berkata,
Nak, Indonesia itu luas, kaya
Hutanya luas melebar dari Sabang sampai Merauke bak sabuk katulistiwa
Auman Sang Raja menggelegar diantaranya

Tapi Nak, tak usah kau takut padanya
Sang Raja baik dan bersahaja selama kau menjaga istananya

Nak, tak usah kau takut berkelana
Negeri kita kaya,menyediakan kebutuhanmu tanpa kau perlu membelinya
Ketika lapar, kau gali tanah akan ada akar yang bisa kau makan
Kau panjat pohon, segarnya buah kan menantimu

Ketika haus, beningnya air sungai kan menyegarkanmu
Kau jijik pada airnya nak??
Kau potong akar menjuntai, kan keluar air murni nan menyegarkan

Bapakku sayang, aku melihatnya berlainan
Indonesia itu luas, miskin
Sekarang aku gak berani berkelana
Bukan takut pada raja yang sudah tak beristana
Ketika kugali tanah tak ada akar yang bisa kumakan
Kupanjat pohon, hanya cacian dan makian yang kuperoleh
Ketika haus, pekatnya limbah yang kudapat

Pak, apa yang musti kubilang pada anak ku, cucumu kelak?
Apakah aku harus berpesan padanya agar hanya mengaku Fulan bin Fulan, tanpa embel-embel Indonesia
Dalam tiap perkenalanya
Dalam tutur katanya
Untuk menutupi rasa malunya akan keadaan Indonesia

——————————————————————–

Ya Allah penguasa alam, kirimkanlah adzab-Mu, turunkanlah bencanaMu pada negeri ini.
Luluha lantahkan negeri ini, bila hanya itu satu-satunya jalan agar para pemimpin negeri ini kembali ke jalanMu. Amin-amin ya rabbal alamin

Ingin langganan?Masukan alamat emailmu, dijamin tanpa spam


Join FriendFinder - Find Your Special Someone!

  • Share/Bookmark

58 Comments
  1. Commentsnoersam   |  Sunday, 13 September 2009 at 15:57

    masyaalah hutan kita…ndak ada yang peduli akan hal itu..apalagi pemerintah seakan menutup mata..

    teruskan perjuanganmu pak…doaku menyertaimu..selamat berpuasa

    [Reply]

    alief Reply:

    @noersam, met puasa juga kang…

    [Reply]

  2. Commentszee   |  Sunday, 13 September 2009 at 19:00

    Padahal hutan-hutan Indonesia ini termasuk salah satu paru-paru dunia. Sayang sekali nasibnya begitu malang.
    Lama-lama gundul, bukan cuma Indonesia saja yang berantakan, tp juga negara2 di dekat Indonesia.

    [Reply]

    alief Reply:

    @zee, betul itu jeng….,tapi kok ya masih ada tetangga kita yang mau menerima kayu ilegal dari kita dengan resiko tersebut????

    [Reply]

  3. CommentsJidat   |  Monday, 14 September 2009 at 07:59

    Ya allah semoga alam ini kembali tersenyum. Banyak orang yang memelihara alam ini, tapi lebih banyak lagi orang yang merusaknya.
    Mungkin para pecinta alam sering mengadakan reboisasi, kerja sosial yang insya allah tanpa balas budi kecuali secangkir air putih.
    sebenarnya dalam hati ini menangis melihat alamku yang mulai kusam, banyak orang yang tak menghargai kerja kami sbg pecinta alam. Senyuman selalu menyertai kami, walau dalam hati mengeluh.
    Turunkanlah azabMU ya allah agar MEREKA! bukan cuma para pemimpin, tp para perusak alam ini. Amin

    [Reply]

    alief Reply:

    @Jidat, teruskan perjuanganu kang….

    [Reply]

  4. Commentsdafhy   |  Monday, 14 September 2009 at 10:22

    tak ada lagi yang merasa memiliki hutan di negeri ini. akankah film wal-i akan benar-benar terwujud 10 tahun yang akan datang?

    [Reply]

    alief Reply:

    @dafhy, harapku, sepuluh tahun lagi hutan Indonesia ini kembali menghijau, sang Raja kembali beristana……

    [Reply]

  5. Commentselvigto   |  Monday, 14 September 2009 at 10:45

    Semoga para pembakar hutan itu segera insyaf. :cry:

    [Reply]

    alief Reply:

    @elvigto, amin

    [Reply]

  6. Commentsriffrizz   |  Monday, 14 September 2009 at 13:25

    mengesankan, ehh mengenaskan maksudnya, semoga pak presiden kita tanggapakan hal hal seperti itu dan dapat menanggulanginya

    [Reply]

    alief Reply:

    @riffrizz, semoga saja mas….

    [Reply]

  7. Commentsedi petruk   |  Monday, 14 September 2009 at 17:13

    sadis memang dan bengis, bagi sya menebang pohon tanpa ada manfaanya sama seperti membunuh.

    [Reply]

    alief Reply:

    @edi petruk, betul….

    [Reply]

  8. Commentsgenthokelir   |  Tuesday, 15 September 2009 at 11:42

    mari selamatkan hutan mas

    [Reply]

    alief Reply:

    @genthokelir, seorang diri tak akan mampu…, mari kita semua bersatu untuk hijaunya hutan kita….

    [Reply]

  9. CommentsdNoxs   |  Tuesday, 15 September 2009 at 17:21

    mereka membakar ya karena perut mereka… semua karena perut..kalau perut sudah kosong otak pun juga akan kosong… :D

    [Reply]

    alief Reply:

    @dNoxs, aku rasa bukan masalah perut,tp lbh ke degradasi moral

    [Reply]

  10. CommentsDawam Multazam   |  Wednesday, 16 September 2009 at 10:22

    Asmen iku apa kang?
    btw, kasus hutah yang berubah jadi sawi ini mirip dengan yang ada di Wonosobo; jadi kentang. :(

    [Reply]

  11. Commentsalief   |  Wednesday, 16 September 2009 at 15:57

    @Dawam Multazam, asmen=asisten menejer.
    Bukan jadi sawi ding,tp sawit,salah tulis

    [Reply]

  12. CommentsYuda   |  Wednesday, 16 September 2009 at 20:28

    maju terus nabrak pager

    [Reply]

  13. Commentsendar   |  Wednesday, 16 September 2009 at 21:31

    perlu kesadaran untuk melestarikan hutan.
    jangan sampai ditebang habis hanya untuk memenuhi kantong beberapa gelintir orang

    [Reply]

  14. Commentssawali tuhusetya   |  Thursday, 17 September 2009 at 00:14

    kerusakan hutan di negeri ini memang sudah telanjur parah, mas alief, perlu upaya serus dan bertahun2 utk menyelematkan hutan di negeri ini. selamat idul fitri, mas alief, mohon maaf lahir dan batin. salam buat keluarga.

    [Reply]

    alief Reply:

    @sawali tuhusetya, betul pak.
    Met idul fitri juja pak

    [Reply]

  15. Commentsandif   |  Thursday, 17 September 2009 at 06:04

    lama kelamaan indonesia jadi gundul, tiada hutan :sad:

    [Reply]

    alief Reply:

    @andif, lebih parah lagi botak mas,bkn gundul.
    Lok gundul masih bs tumbuh,tp lok botak gak bakalan tumbuh lagi

    [Reply]

    andif Reply:

    @alief, hehehe mudah2an segala masalah di Indonesia cepat teratasi :)

    [Reply]

  16. Commentsdhodie   |  Thursday, 17 September 2009 at 11:09

    Wacana Indonesia sebagai negara berhutan hujan tropis terbesar di dunia setelah Brazil sepertinya mesti diubah :cry:

    [Reply]

    alief Reply:

    @dhodie, jadi negara penghancur hutan hujan tropis terbesar di dunia kah?

    [Reply]

  17. CommentsRossa   |  Thursday, 17 September 2009 at 12:25

    parah bgt deh ah.
    kejadian kayak gini yg paling saya benci dr indonesia. :(

    [Reply]

    alief Reply:

    @Rossa, inilah tugas kita sbg generasi muda u/menjaga warisan kita,bersama2 menjaga keseimbangan&kelestarian alam

    [Reply]

    Rossa Reply:

    sepertinya kesadaran org indonesia akan hal itu teramat sangat kurang deh. :(

    [Reply]

  18. Commentsalief   |  Thursday, 17 September 2009 at 15:12

    @endar, kesadaran tiap orang,bkn hanya segelintir saja

    [Reply]

  19. CommentsJasmine ampundeh   |  Thursday, 17 September 2009 at 17:43

    kesadaran warga negaranya 0 besar. cuma mementingkan kantong sendiri. tidak mikir efeknya secara luas. ckck

    [Reply]

  20. Commentsalief   |  Thursday, 17 September 2009 at 21:08

    @Jasmine ampundeh, itulah mba,qta sbg generasi muda hrs bs menjaga dan memperbaiki alam ini,jangan terjebak pd kesalahan masa lalu atau bahkan terlena dng cerita masa lalu shg lupa akan keadaan yg sebenernya

    [Reply]

  21. CommentsKangBoed   |  Friday, 18 September 2009 at 11:48

    Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
    Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
    Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

    [Reply]

    alief Reply:

    @KangBoed, aduh akang,urang teh lain barudak sunda.Urang te nyahok.
    :)
    met hari raya idul fitri,mohon maaf lahir batin

    [Reply]

  22. CommentsKangBoed   |  Friday, 18 September 2009 at 11:49

    Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Hari kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    sucikan hati di hari Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

    [Reply]

    alief Reply:

    @KangBoed, met hari aya idul fitri juga kang…

    mohon maaf lagir dan batin

    [Reply]

  23. CommentsFonega   |  Friday, 18 September 2009 at 13:06

    ayooo, galakan penghijauan dooong :P

    [Reply]

    alief Reply:

    @Fonega, yuk ya…., yuk………..

    [Reply]

  24. Commentsannosmile   |  Friday, 18 September 2009 at 16:08

    sebetulnya saya juga pengen posting serupa
    cuma takut ditentang banyak pihak
    he3x..
    ada UU ITE lho..
    btw met lebaran bos

    [Reply]

    alief Reply:

    @annosmile, pikirkan kah uu ite???? :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

    [Reply]

  25. Commentscyzko   |  Friday, 18 September 2009 at 16:34

    lestari alamku lestari desaku ..lagu lama sudah tidak bisa di nyanyikan lagi… :roll:

    [Reply]

    alief Reply:

    @cyzko, hancur hutanku, rusak alamku….

    ganti gitu ajah… :twisted:

    [Reply]

  26. Commentsdendin   |  Friday, 18 September 2009 at 16:34

    Ijinkan saya bersajak
    Untuk LISAN yang tak terJAGA
    Untuk JANJI yang terABAIKAN
    Untuk HATI yang berPRASANGKA
    Untuk SIKAP yang meNYAKITKAN
    Di hari yang FITRI ini, dengan TULUS HATI
    Saya mengucapkan mohon MAAF LAHIR & BATHIN
    Semoga ALLAH selalu membimbing kita
    Bersama di jalanNYA
    :lol:

    [Reply]

    alief Reply:

    @dendin, mohon maaf lahir dan batin….

    [Reply]

  27. Commentsazaxs   |  Saturday, 19 September 2009 at 11:14

    Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal yaa karim..

    Pada hari nan fitri ini, dari lubuk hati yang terdalam saya juga mohon maaf lahir dan batin entah disengaja ataupun tidak disengaja..

    Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1430 H.. Mohon Maaf Lahir dan Batin.. :)

    [Reply]

    alief Reply:

    @azaxs, met lebaran pak,
    telah banyak khilaf&salah yg tlah aq perbuat slama qta saling kenal

    [Reply]

  28. CommentsHariez   |  Sunday, 20 September 2009 at 23:40

    malam sahabat ku tersayang…salam kenal.. :mrgreen:

    ketika alam menengadahkan wajahnya, dalam sekejap bumi luluh lantak dalam sekejap dikarenakan izin Allah SWT… ;-)

    [Reply]

    alief Reply:

    @Hariez, semua itu juga karena ulah manusia

    [Reply]

  29. CommentsHariez   |  Sunday, 20 September 2009 at 23:51

    Taqobalallhu Minna Wainkum Shiyamanna Washiammakum..Untuk lisan yg tak terjaga dengan hati yg terabaikan, Minal aidin Wal Faidzin mohon dibukakan pintu maaf lahir & bathin..

    -salam- ^_^

    [Reply]

    alief Reply:

    @Hariez, selamat idul fitri,mohon maaf lahir batin

    [Reply]

  30. Commentsmasiqbal   |  Tuesday, 22 September 2009 at 06:16

    Taqobballallahu minna wa minkum, Syiamana wa syiamakum,
    Ja’alanallahu wa iyyakum, Minal aidin wal faizin
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Mohon maaf lahir dan bathin, maapin segala salah dan khilafku selama ini ya…

    [Reply]

    alief Reply:

    @masiqbal, maapin juga semua salahku lho mas…

    [Reply]

  31. CommentsJidat   |  Wednesday, 30 September 2009 at 22:32

    mas… iki post tak posting ulang neng blog janggala! komunitas pecinta alam

    [Reply]

    Alief Reply:

    @Jidat, monggo

    [Reply]

  32. CommentsHutanku Sayang Hutanku Malang « PECINTA ALAM JANGGALA PONOROGO   |  Wednesday, 30 September 2009 at 22:32

    [...] Sumber [...]


Leave a Reply