Hutanku Sayang, Hutanku Malang

Satu hal yang membuatku suka untuk magang di HEXINDO, walau hanya dengan uang saku sebesar 500rebu perbulan, selain ada harapan untuk menjadi kartap setelah lulus nanti adalah tiap melakukan tugas selalu ke tempat yang jauh-jauh, melewati hutan dan sungai-sungai dan bahkan tidak jarang harus menyeberang pulau.
Banyak pemandangan indah yang didapat selama perjalanan, sehingga beban pekerjaan bisa terlupakan, tergantikan oleh indahnya alam, segarnya udara hutan.

Tapi keindahan itu seakan sirna, ketika kemarin aku harus kerja ke perkebunan kelapa sawit. Sepanjang perjalanan tersebut aku menemui hutan-hutan yang rusak, oleh penebangan liar, oleh pembakaran.
Menurut seorang asmen yang mengantarku menuju lokasi kerja, pembakaran tersebut dilakukan oleh warga kampung, tapi anehnya setelah terjadi pembakaran hampir selalu berubah menjadi lahan sawit.
Entahlah, siapa yang musti dipersalahkan, aku gak tahu……….

pembakaran hutan

Dampaknya??
Tentu saja sangat ndak enak. Susah untuk nyari air bersih.Apa lagi puasa ini lagi musim kemarau panasnya minta ampun, bagai membakar ubun-ubun.
Sedang kalau lagi musim hujan, kalau temen-temen ndak punya mobil 4WD dengan ban offroad, jangan harap bisa jalan jalan dengan enak dah, soalnya pasti akan terbenam dalam lumpur.

Cukup sampai di