Seperti hari-hari sabtu yang lain, hari Sabtu kemarin, aku mengikuti kajian agama Islam yang diadakan oleh perusahaan dimana aku sedang mencoba untuk mencari sesuap nasi.
Dalam kajian itu dibuat sesantai mungkin, karena temen-temen pasti tau, lok setan dalam diri ini pasti berontak bila kajian dibuat serius… ![]()
Dalam kajian saat itu menyinggung hukum-hukum yang ada di Indonesia ini adalah warisan dari kolonial belanda. Sedangkan tujuan negeri-negeri barat melakukan penjajahan adalah untuk urusan gold atau kekayaan, gospel atau penyebaran agama dan glory atau untuk kejayaan, sehingga hukum-hukum yang diadopsi pun ada unsur-unsur “gospel” yang menjauhkan masyarakat dari nilai-nilai Islam.
Akibat dari hukum-hukum itu timbul yang namanya KUHP dan HAKIM.
KUHP di sini berarti Kasih Uang Habis Perkara dan Hakim adalah Hubungi Aku Kalau Ingin Menang.
Apakah benar hukum di Indonesia ini begitu bobrok, sehingga muncul plesetan yang kurang enak didenger tersebut? Atau ada degradasi moral warga negara sehingga muncul ungkapan seperti itu?
Aku gak tau pasti, karena aku tidak pernah terlibat masalah yang menyangkut KUHP apa lagi sampai berurusan dengan Bapak dan Ibu hakim yang mulia.

Hanya saja yang aku tahu dan pernah aku rasakan sandiri adalah terlibat urusan dengan bapak/ibu polisi yang “nggatheli”(baca dengan logat jawa timuran) semua.
Apakah “ke-nggathel-an” itu adalah peninggalan kolonial belanda atau memang sudah menjadi ciri kas bangsa ini??
Entah lah……![]()
![]()
Nah…, apabila institusi hukum adalah sebuah pohon, dan kepolisian adalah akarnya, serta kejaksaan dan kehakiman adalah batang dan daunnya, apakah batang dan daun bisa tumbuh dengan sehat bila akarnya berpenyakit???
Seperti itulah kira-kira anlogiku terhadap institusi hukum di Indonesia ini.
Semoga anlogiku ini salah…….
Atau temen-temen ada pendapat lain??? Sharing ajah disini……![]()
Join FriendFinder - Find Your Special Someone!


Gak cuma di negara ini kok.
Korupsi itu ada dimana-mana. Bad cop juga ada di negara lain…
[Reply]
alief Reply:
May 3rd, 2009 at 19:33
@zee, semoga saja kesamaan ini gak membuat kita bangga….
[Reply]
betul mas, sudah terlanjur mengakar dan berbudaya, susah.
dan yang paling susah tentunya orang-orang kecil macam kita orang ini…
[Reply]
alief Reply:
May 3rd, 2009 at 19:34
@jan_mbuh, yah…, begitulah nasib rakyat kecil di negeri ini….
[Reply]
kurang lebih sama lah pendapatku.. hehe
[Reply]
alief Reply:
May 3rd, 2009 at 19:34
@Reza Fauzi, sama ma siapa
[Reply]
mm susah juga ya?
kalau sudah berurat berakar, bagaimana bisa dibasmi pelan2?
[Reply]
alief Reply:
May 10th, 2009 at 09:27
@kuyus, semoga saja pemilu kali ini bisa menampilkan orang orang yang berseih sebagai pemenang…..
[Reply]
bener2 deh….analoginya akar, jadinya ya mengakar….
[Reply]
alief Reply:
May 10th, 2009 at 09:27
@denologis, semoga akarnya segera bisa di regenerasi, supaya pohon ini gak sakit melulu….
[Reply]
ya begitulah…
itulah Indonesia kita. Kita “dipaksa” unuk memahami dan memaklumi
[Reply]
alief Reply:
May 10th, 2009 at 09:28
@Wongbagoes, sampean gimana mas??
masihkah mau dipaksa????
[Reply]
kalo jamur kulit bisa di berantas pake kalpanak(ini bukan iklan). Om kalo perilaku di atas apa bisa ya di basmi pake kalpanak? hik hik
[Reply]
alief Reply:
May 12th, 2009 at 20:13
@unting, iso pak…, sing podo bajingan iku diombeni kalpanak…., mesti kelakuan sinmg kurang ajar dadi maei…
[Reply]